Selamat Datang

" Selamat Datang di Blog Serbaterbaru "

Monday, July 9, 2012

"2013 Smartphone Akan Tembus Angka 390 Juta Unit"


JAKARTA  - Secara global, pada 2013, lembaga riset IDC memperkirakan bahwa jumlah perangkat ponsel pintar (smartphone) akan menembus angka 390 juta unit.
Pertumbuhan ponsel pintar yang pesat tentu saja kental pengaruhnya terhadap pasar sistem operasi (OS). Sama halnya dengan ponsel, yang tadinya didominasi oleh sejumlah pionir, kini telah bergeser.
Biasanya, didominasi oleh Symbian, BlackBerry, dan Windows Mobile, kini hadir OS pendatang baru berstandar terbuka bernama Android. OS bahkan diperkirakan bisa menggeser BlackBerry.
Untuk diketahui, Android adalah platform ponsel terbuka (bukan prorietari), yang pertama kali dikembangkan oleh Google.
Belakangan, platform ini didukung pula oleh beberapa nama besar seperti Motorola, HTC, Intel, Qualcomm, yang tergabung dalam Open Handset Alliance.
Baca Selengkapnya>>
Ada dua kunci perubahan yang menarik untuk diketahui selama tiga tahun ke depan. Pertama, Android akan mengalami pertumbuhan tercepat dari seluruh OS yang ada.
Mulai dari 690 ribu unit di 2008, OS besutan Google ini akan meroket hingga 68 juta unit pada 2013 nanti dengan CAGR (compound annual growth rate-CAGR) 150,4 persen.
Kedua, Android akan sangat terbantu dengan pertumbuhan ponsel-ponsel yang mengadopsinya, dan diperkirakan akan bertengger di posisi kedua setelah Symbian secara global.

Di Indonesia, tak sedikit orang yang tidak tahu Android. Terlebih lagi orang awam, yang sebagian besar meragukan kemampuan dan kehebatan Android. Belum ada riset lokal yang mampu menunjukkan hasil bahwa Android bisa menaklukkan BlackBerry yang sekarang ini menjadi primadona.

Namun, Teguh Prasetya, Group Head VAS Marketing Indosat mengatakan, peluang pasar Android bergantung pada simbiosis di dalam ekosistemnya, termasuk pengguna, vendor (OEM), operator, regulator, dan pengembang.

"Semua unsur dalam ekosistem itu mendukung Android, saya yakin peluang pasar Android akan makin terlihat ke depannya. Saya masih optimis Android menjadi OS yang ramai dibicarakan nanti," katanya.

Dia mengatakan, Indosat sebagai operator, perlu agresif menjadi katalisator sebagai unsur yang mempercepat suatu perubahan di pasar untuk mengembangkan Android itu sendiri.

Tetapi, Teguh pun enggan jemawa. Menurutnya, dentuman Android masih membutuhkan waktu. "Tidak ada yang instan. iPhone dan BlackBerry pun demikian. Menurut saya, Android akan berkembang perlahan-lahan," paparnya.

Menyambut dentuman tersebut, Teguh mengatakan, Indosat pun perlu menyiapkan infrastruktur dengan matang dan layanan nilai tambah khusus untuk pengguna Android. "Misalnya, menciptakan Indosat Market Store, yang telah tergabung dengan Android App Store milik Google," jelasnya.

"Di sini, para pengembang juga bisa bebas mengembangkan konten-konten atau aplikasi yang bisa diunduh para pengguna ponsel-ponsel berbasis sistem operasi Android," ucap pria berusia 42 tahun itu.

Sementara itu dari segmen Blackberry, Perangkat BlackBerry milik PT Indosat Tbk (Indosat) terkenal dengan kuncinya. Artinya, jika Anda menggunakan kartu lain pada perangkat BlackBerry tersebut, perangkat tersebut tidak mengenalinya sebagai kartu UIM/SIM alias tidak berfungsi.

Awalnya, selain karena ingin menjual layanan (BlackBerry Internet Service-BIS) saja, kunci tersebut sebagai indikasi masih berlaku atau tidaknya garansi pada pelanggan. Namun, kini Indosat mempersilahkan para pengguna BlackBerry resminya untuk membuka kunci (meng-unlock) perangkat mereka.

"Kami menerima banyak feedback dari para pengguna layanan BlackBerry Indosat di luar sana," kata Teguh Prasetya, Group Head VAS Marketing Indosat..

"Karena keluhannya terlalu banyak, jadi kami kira tidak ada salahnya kalau mereka ingin meng-unlock BlackBerry-nya. Apa yang diinginkan pelanggan, coba kita turuti," terang Teguh.

Sebetulnya, BlackBerry resmi Indosat sudah bisa di-unlock sejak akhir tahun lalu, tak lama setelah BlackBerry Gemini diluncurkan. "Hanya saja, kami tidak ingin ada expose media," kata Teguh, yang tak bersedia mengungkapkan alasannya. "Silahkan datang ke Galeri Indosat terdekat, karena di sana sudah bisa melayani unlock BlackBerry khusus Indosat," tambahnya.

"Untuk Gemini dan Onyx hanya beberapa yang masih kami kunci, sisanya dipasarkan dalam keadaan unlock. Sementara Javelin, Bold, Storm, dan Huron, semuanya terkunci," jelas Teguh.

Untuk diketahui, sejak melayani pelanggan BlackBerry-nya di Tanah Air sejak 2004 silam, Indosat memiliki kurang lebih 300 ribu penikmat layanan BIS-nya. Kurang dari 50 persennya, dikatakan Teguh, merupakan pengguna perangkat BlackBerry resmi Indosat. (ar/v2s)

Thank You !!

"Terima Kasih Telah Mengunjungi Blog Ini"

Semoga informasi yang tersedia disini dapat bermanfaat bagi kita semuanya.. :)

Google+ Followers

Google+ Badge