Selamat Datang

" Selamat Datang di Blog Serbaterbaru "

Friday, August 3, 2012

Kepala federasi bulu tangkis minta maaf atas skandal di Olimpiade


London - Dunia badminton meminta maaf atas skandal yang telah menodai reputasi olahraga itu di Olimpiade London sehingga membuat delapan atlet putri didiskualifikasi dari turnamen. 

Pengusiran empat pasangan ganda putri itu mengagetkan turnamen karena pasangan China, dua pasangan Korea Selatan, dan ganda putri Indonesia harus hengkang.

"Saya sangat, sangat, menyesal ini terjadi baik pada pemain dan pada olahraga ini," kata sekretaris umum Federasi Bulu Tangkis Dunia Thomas Lund, seperti dilansir Reuters.
 
"Kami membuat keputusan ini demi kebaikan seluruh pemain. Yang paling penting saat mengatasi masalah ini adalah dengan cara tegas dan adil," katanya.

Kepala pelatih bulu tangkis tim China, Li Yongbo, menyatakan pada media China bahwa dia bertanggung jawab untuk kegagalan duo Yu Yang dan Wang Xiaoli untuk meraih kemenangan. 

"Sebagai kepala pelatih, saya berutang maaf pada para pendukung badminton China dan penonton TV di China," kata dia.

"Pemain China gagal memperlihatkan tradisi luhur dan semangat berjuang tim nasional. Saya yang harus disalahkan."
 
Tim Korea Selatan dan Indonesia naik banding atas keputusan tersebut namun kemudian Indonesia menarik kembali hal itu. 

Delegasi China mengemukakan mereka "menghargai" hukuman itu dan akan melakukan investigasi di tim badminton negaranya. Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) menguatkan diskualifikasi itu.

"Hal terakhir yang ingin kami lakukan adalah DQ (diskualifikasi) siapapun," tambah Lund. "Kami sangat menyesal hasilnya harus begini. Ini adalah keputusan yang sangat sulit untuk pihak berwenang."
 
Sesi turnamen pada Selasa sore di cabang badminton berubah menjadi kekacauan saat para penonton mencemooh para pemain ganda putri di dua pertandingan yang pura-pura mengalah di lapangan, sengaja membuat serve menyangkut di net dan membuat pukulan-pukulan tidak akurat, sehingga BWF harus menginvestigasi. 

BWF pun menghukum para pemain karena "tidak bermain maksimal untuk memenangi pertandingan" dan "mencoreng nama baik olahraga."

Keputusan itu membuat empat pasang ganda putri didiskualifikasi, pasangan China Yu Yang-Wang Xiaoli, pasangan Korea Selatan Jung Kyung-eun dan Kim Ha-na, serta pasangan Indonesia Greysia Polii-Meiliana Jauhari. 

Kepala Federasi Bulu Tangkis Indonesia menangkis adanya instruksi pada para pemain untuk 'mengorbankan' pertandingan.

"Kami datang ke sini bukan untuk melepaskan medali, kami ingin mendapat medali," kata ketua Asosiasi Bulu Tangkis Indonesia Erick Thohir. 

"Saya kira menyalahkan China juga tidak adil. Menurut saya, BWF harusnya meninjau sejarah dari turnamen sebelumnya sebelum mereka mengambil keputusan."

Keputusan terpecah-pecah 
Diskualifikasi pemain itu mengundang banyak pendapat. Ada yang menganggapnya kejam, ada yang setuju karena itu contoh baik untuk olahraga yang sering mendapat keluhan dari pemain tentang manipulasi semacam itu. 

Banyak yang menyalahkan tim China karena menciptakan skandal itu.

"Saya kira China bermain kotor," kata pelatih dari delegasi Korea. "Tidak sportif. Mereka mengatur pertandingan, itulah mengapa semuanya jadi kacau." 

Para pemain menyalahkan BWF karena membuat sistem yang rentan manipulasi.

Pada Olimpiade kali ini, sistem baru babak preliminary diperkenalkan. Biasanya, dari awal sudah diterapkan sistem gugur. Kepala pelatih Denmark berharap sistem itu segera dirombak karena rentan kecurangan. 

"Kenapa peraturan turnamen seperti ini?" kata juara dunia Lin Dan. "Jika dari awal sudah sistem gugur tidak masalah. Anda kalah, anda selesai," tambah dia.

Lund mengemukakan BWF perlu meninjau kembali regulasi untuk mencegah skandal serupa terjadi.

"Turnamen ganda sejauh ini sudah sukses, banyak pertandingan luar biasa terjadi yang sebelumnya belum pernah kita saksikan," tambah dia. 

"Tapi kita juga harus menangani masalah serius yang terjadi di sini."

Tim bulu tangkis India sebelumnya menciptakan kehebohan, menuduh tim ganda putri Jepang yang terlihat mengalah pada ganda putri Taiwan dari grup yang sama dengan pasangan India Jwala Gutta-Ashwini Ponnappa. 
Lund mengatakan tidak ada dasar untuk menindaklanjuti masalah tersebut.

Seorang pemain dari ganda campuran Denmark Thomas Laybourn mengemukakan situasi "tragis" dari skandal yang mencoreng nama baik olahraga bulu tangkis serta merugikan para kompetitor yang jujur. 

"Saya mendengar berita kemarin, semua orang membicarakan ini, semua koran menulis tentang ini, pada akhirnya bisa jadi badminton dihapus dari program Olimpiade 2020," kata Laybourn. 

"Jika sesuatu seperti ini terjadi, ini merupakan publisitas yang tidak baik."

Empat tim lain dipromosikan maju ke perempat final untuk menggantikan pasangan yang didiskualifikasi. 

Skandal tersebut membuat mata dunia tidak terfokus pada hasil pertandingan lain di hari yang sama. Saat itu, juara dunia Lin Dan memastikan posisinya di perempat final setelah mengalahkan sang musuh bebuyutan, Taufik Hidayat dari Indonesia. 

Thank You !!

"Terima Kasih Telah Mengunjungi Blog Ini"

Semoga informasi yang tersedia disini dapat bermanfaat bagi kita semuanya.. :)

Google+ Followers

Google+ Badge